Dari Ide Menjadi Aplikasi Online โ Beneran, Bukan Katanya.
Bukan pelatihan teori berjam-jam yang bikin peserta pindah dari "menyimak" ke "merem". Kita akan membangun satu aplikasi nyata โ Kelola Lead Sales โ dari nol sampai bisa dibuka lewat HP sendiri, ditemani AI di setiap langkah: menganalisa kebutuhan, merancang tampilan, menulis dokumentasi, membuat kode, menyambungkan database, sampai naik ke internet.
"Jangan buru-buru minta AI coding. Ajak dia kenalan sama bisnisnya dulu โ AI itu pintar, tapi bukan cenayang."
Yang kita bangun: Kelola Lead Sales
Peserta tidak perlu pusing memilih ide โ semua orang membangun aplikasi yang sama. Biar energinya habis untuk belajar prosesnya, bukan untuk galau menentukan ide (itu urusan lain, biasanya juga lebih lama dari bikin aplikasinya). Hasilnya pun bukan sekadar catat-mencatat, tapi ada dashboard analisa & laporan yang benar-benar dipakai sales sehari-hari.
Data yang dicatat
- 01 Nama
- 02 No. WhatsApp
- 03 Kota
- 04 Sumber Informasi
- 05 Produk yang diminati
- 06 Status โ Cold Warm Hot
- 07 Riwayat Catatan / Follow Up
- 08 Tanggal Lead
- 09 Sales / PIC
Alur pelatihan dari nol sampai online
| Step | Materi | Tools | Hasil |
|---|---|---|---|
| 01 | Analisa kebutuhan dengan AI | ChatGPT | Konsep aplikasi + flow |
| 02 | Membuat UI / Layout | ChatGPT ยท Google AI Studio | Mockup & struktur halaman |
| 03 | Dokumentasi untuk AI Coding Agent | ChatGPT | PROJECT.md / dokumentasi teknis |
| 04 | Generate Frontend | Google AI Studio | Source code frontend |
| 05 | Version Control | Git + GitHub | Repository online |
| 06 | Setup AI Programmer | AntiGravity | Repository dibuka AI Agent |
| 07 | Backend + Database | AntiGravity + Supabase | Database + API + integrasi |
| 08 | Testing Lokal | Localhost | Aplikasi berjalan end-to-end |
| 09 | Deployment | Vercel / VPS / Coolify | Aplikasi online |
Dari Ide Menjadi Rancangan
Peserta datang dengan ide yang masih di kepala saja. Keluar dari sesi ini, mereka sudah punya rancangan aplikasi yang jelas โ siapa penggunanya, bagaimana alurnya, menu apa saja, fiturnya apa, struktur datanya seperti apa, sampai dashboardnya akan terlihat bagaimana.
Dashboard-nya menonjolkan Lead Baru Hari Ini, lalu Lead berdasarkan Produk, Sumber, Kota, dan Sales โ informasi terpenting diberi ukuran font paling besar, biar sekali lihat langsung paham (tanpa perlu kacamata baca dua kali).
Setelah hasilnya keluar, download file mockup-nya dari ChatGPT โ file ini yang nanti dibawa ke langkah berikutnya, bukan cuma disalin teksnya.
Giliran AI yang Mulai Membangun
Mulai masuk ke dunia developer. Ini bagian paling penting di seluruh pelatihan, jadi tolong disimak baik-baik (nanti bisa keluar di ujian... bercanda, tidak ada ujian): prompt itu beda dengan dokumentasi. Prompt untuk memberi perintah sesaat, dokumentasi untuk jadi pedoman yang terus dibaca AI selama proyek berjalan.
Hasilnya berupa file-file berikut
Stack sudah dikunci โ biar tidak bingung memilih teknologi
Daripada mikir sendiri kalimat promptnya, minta saja ChatGPT yang menuliskan โ dia sudah tahu semua konteksnya dari obrolan sebelumnya, jadi promptnya biasanya lebih rapi dan lengkap.
Bukan langsung "Ide โ Google AI Studio โ jadi aplikasi" โ hasilnya biasanya random, seperti nembak dalam gelap. Yang dikirim ke Google AI Studio itu dua hal sekaligus, bukan cuma teks saja.
Contoh hasil prompt dari ChatGPT (isinya bisa beda-beda tergantung obrolan kamu)
Git menyimpan "riwayat perubahan" kode, GitHub adalah tempat online untuk menyimpan kodenya. Cukup dua konsep itu dulu โ belum perlu belajar sampai jadi ahli Git.
Dari Frontend Menjadi Aplikasi Nyata
Ini momen "wah, ternyata AI bisa bikin aplikasi sampai jadi" โ repository dibuka AI Agent, disambungkan ke database, diuji lokal, lalu dinaikkan ke internet.
Aturan mainnya sederhana: AI harus paham proyek dulu, baru boleh coding.
Setelah AI paham dokumentasi, jangan langsung disuruh menggarap backend sekaligus. Minta dulu rencana kerjanya, dipecah tahap demi tahap, supaya progresnya bisa dipantau โ AI itu rajin, tapi kalau dilepas tanpa rencana, hasilnya bisa seperti nyetir tanpa GPS: sampai juga, tapi entah lewat mana.
Urutan yang gampang diingat: Pahami โ Rencanakan โ Kerjakan โ Verifikasi โ bukan langsung "Pahami โ Kerjakan" saja. Dengan ditulis ke step-backend.md, rencananya tidak hilang ditelan scroll chat, dan bisa terus dijadikan acuan sepanjang proyek berjalan.
Tahapan yang biasanya keluar dari rencana AI Agent
- 01Setup project & environmentKoneksi ke Supabase, isi .env, cek koneksi berhasil sebelum lanjut (jangan sampai semangat coding tapi lupa colokin listriknya).
- 02Database schema & migrationBuat tabel users, leads, lead_notes sesuai 04-database.md.
- 03AuthenticationSetup Supabase Auth, halaman login, proteksi halaman yang butuh login.
- 04CRUD LeadCreate, read, update, delete lead โ dihubungkan ke form & tabel di frontend.
- 05CRUD Lead NotesTambah catatan/follow-up per lead, riwayat tampil urut tanggal.
- 06Dashboard statisticsQuery agregasi total lead, per status, produk, sumber, kota, sales.
- 07Filter & pencarianFilter status/produk/sumber, pencarian nama atau nomor WhatsApp.
- 08Integrasi ke frontendGanti data dummy di UI Sesi 2 dengan data asli dari Supabase.
- 09Validasi & error handlingPesan error jelas saat input salah atau koneksi gagal โ jangan sampai penggunanya cuma dikasih layar putih dan doa.
- 10Verifikasi tiap tahapAI Agent menjalankan npm run dev dan mengecek sendiri sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
Bagian yang sering bikin peserta bingung sebentar di awal โ padahal cuma enam langkah, dan sebagian besar dikerjakan sendiri oleh AI Agent begitu kredensialnya sudah ada.
- 1Buat project di SupabaseDaftar/login di supabase.com/dashboard, klik "New Project", pilih nama & password database.
- 2Ambil kredensialDi menu Project Settings โ API, salin Project URL dan anon public key.
- 3Isi environment variableTempel kredensial tadi ke .env di project โ ini yang bikin frontend bisa "ngobrol" sama database.
- 4Jalankan schema databaseLewat SQL Editor di dashboard Supabase, atau biarkan AI Agent yang menjalankannya sesuai 04-database.md.
- 5Aktifkan AuthenticationNyalakan metode login yang dipakai (misal Email/Password) di menu Authentication โ Providers.
- 6Tes koneksiJalankan aplikasi lokal, coba login & tambah satu lead โ kalau datanya muncul di tabel Supabase, berarti sudah nyambung.
Port 3003 dipakai (bukan default 3000) supaya tidak bentrok kalau di komputer peserta ada project lain yang sudah jalan di port 3000 โ hal kecil, tapi lumayan sering bikin bingung kalau tidak dijelaskan.
npm install โ npm run dev -- -p 3003 โ http://localhost:3003. Di sinilah peserta langsung paham: Frontend + Backend + Database = Aplikasi (bukan cuma tampilan cantik yang tidak bisa apa-apa).
Jangan push sebelum dites โ kebiasaan baik yang berlaku baik untuk AI maupun manusia. Setelah semua alur di Step 8a lancar tanpa error, baru kodenya dikirim ke repository.
Cek sekali lagi: buka repository di GitHub, pastikan file .env memang tidak ada di sana. Kalau sampai ke-push, kredensial Supabase-nya bocor ke publik.
Ini bagian yang dikerjakan sendiri oleh peserta lewat dashboard, bukan lewat AI Agent. Santai, tinggal klik-klik saja โ tidak ada barisan kode yang perlu diketik.
- 1Buka vercel.comKlik "Sign Up" atau "Log In", pilih opsi Continue with GitHub supaya akun Vercel langsung terhubung ke akun GitHub yang tadi dipakai push.
- 2Klik "Add New..." โ "Project"Tombolnya biasanya ada di pojok kanan atas dashboard Vercel.
- 3Pilih repository-nyaCari nama repository yang tadi di-push AI Agent (misal lead-management), klik Import. Kalau repo tidak muncul, klik "Adjust GitHub App Permissions" dan berikan akses ke repo tersebut.
- 4Biarkan Vercel mendeteksi otomatisKarena project-nya Next.js, Vercel biasanya sudah otomatis mengisi Framework Preset, Build Command, dan Output Directory dengan benar. Tidak perlu diubah.
- 5Jangan klik Deploy duluLanjut dulu ke Step 9b untuk mengisi Environment Variables โ kalau langsung deploy tanpa itu, aplikasinya akan online tapi tidak bisa konek ke database.
- 1Buka bagian Environment VariablesMasih di halaman yang sama sebelum Deploy, cari bagian Environment Variables (biasanya di bawah pengaturan Build).
- 2Isi dua variabelCopy dari file .env lokal: NEXT_PUBLIC_SUPABASE_URL dan NEXT_PUBLIC_SUPABASE_ANON_KEY, tempel nilainya masing-masing.
- 3Klik "Deploy"Tunggu proses build, biasanya 1โ3 menit. Kalau gagal, buka log error-nya dan tempelkan ke AI Agent supaya diperbaiki.
- 4Aplikasi sudah onlineVercel otomatis memberi domain gratis seperti nama-project.vercel.app โ ini sudah bisa langsung dibuka dan dites dari HP.
- 5(Opsional) pakai domain sendiriBuka menu Settings โ Domains di project Vercel, klik Add, masukkan domain yang sudah dibeli (misal kelolalead.com), lalu ikuti instruksi Vercel untuk mengatur DNS di tempat domain dibeli.
Satu alur, dua versi bahasa
Masuk pelatihan membawa IDE.
Pulang membawa APLIKASI yang sudah ONLINE.
Dari ide menjadi aplikasi online dengan AI โ satu studi kasus, tiga sesi, sembilan langkah, tanpa teori berkepanjangan yang cuma jadi obat tidur.